“Yang dipikirkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah, bagaimana caranya menyatukan perbedaan-perbedaan ini menjadi satu kekuatan, dalam satu kekuatan nasionalisme bangsa, dalam satu kekuatan negara baru namanya Indonesia, dan dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, tidak ada cara lain kecuali kita harus mengobarkan semangat nasionalisme dan kebangsaan,”...
Selanjutnya →
Dari sejarah awal Kemerdekaan RI saat dana pemerintah masih minim. Pihak swasta, termasuk Tamansiswa lebih dulu menjadi perintis penyelenggarakan pendidikan yang sesuai filosofi luhur bangsa Indonesia yang dikenal hingga saat ini," papar Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Ki Prof Dr Sri Edi Swasono,...
Selanjutnya →
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus meneguhkan komitmennya untuk menyediakan layanan pendidikan berkualitas di tengah berbagai tantangan situasi global maupun nasional. Komitmen ini terlihat dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq saat meninjau ruang-ruang kelas di Perguruan Tamansiswa Cabang Bogor, Senin (30/3)...
Selanjutnya →
Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Menerima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi Universitas Tamansiswa Palembang (Unitas Palembang) Dalam Rangka Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tanggal 9 Februari 2026 di Pendapa Agung Tamansiswa... ..
Selanjutnya →
Kamis, 15 Januari 2026 Pendapa Agung Tamansiswa menerima kunjungan dari SMK Tamansiswa Mojoagung yang sedang melakukan kegiatan Outing Class ke Yogyakarta sebagai sarana penguatan nilai Ketamansiswaan sekaligus pengembangan jiwa kewirausahaan melalui pengalaman langsung dari budaya, sejarah, hingga praktik usaha....
Selanjutnya →
Salah satu ajaran Ki Hajar Dewantara adalah Sistem Among yang di dalamnya meliputi saling asah saling asih dan saling asuh. Ajaran tersebut relevan dengan kebijakan Kemendikdasmen yang berusaha meletakkan pendidikan sebagai proses untuk membangun karakter dan peradaban bangsa...
Selanjutnya →Perguruan Tamansiswa pertama kali didirikan di Yogyakarta, yang dahulu dikenal dengan nama Mataram. Hari dan tanggal berdirinya ialah hari Senin Kliwon, tanggal 3 Juli 1922, yang bersamaan dengan tanggal 8 bulan Zulkaidah tahun Ehe 1852 dan tahun Hijrah 1348. Berdirinya Perguruan Tamansiswa diberikan pertanda Candrasengkala "Lawan Sastra Ngesti Mulya", yang artinya "Dengan Pengetahuan (pendidikan) mencapai kemuliaan", yang sampai sekarang ini masih relevan untuk dipakai.
"Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani"
Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan Dorongan (daya kekuatan).
Ki Hadjar Dewantara
2 Mei 1889 – 26 April 1959"