Hadapi Tantangan Pendidikan Modern: Calon Guru Harus Kuasai Literasi Ilmiah.

Calon guru perlu memiliki kemampuan literasi ilmiah yang kuat agar dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini menjadi sorotan utama dalam workshop karya ilmiah bertema ‘Karya Tulis Ilmiah yang Berkualitas: Strategi dan Teknik Penulisan’ yang diselenggarakan secara daring oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Jumat (31/10).

Workshop menghadirkan narasumber Dr. Wachid Pratomo, M.Pd yang membahas tentang pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan ilmiah. Sedangkan, Dr. Taryaman SOr, M.Pd mendorong mahasiswa agar aktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. Workshop tersebut diikuti oleh mahasiswa PGSD UST.

Ketua Program Studi PGSD UST Dr. Anang Sudigdo M.Pd menegaskan, menulis “Menulis karya ilmiah bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga sarana untuk mengembangkan pola pikir kritis, kreatif, dan reflektif,” ujarnya.

Dekan FKIP UST, Dr. Sigit Sujatmika S.PdSi M.Pd menambahkan, literasi ilmiah menjadi bekal penting bagi calon guru untuk menghadapi era digital dan tantangan global dalam pendidikan. “Guru yang memiliki literasi ilmiah akan lebih siap mendidik generasi yang adaptif dan berpikir berbasis data,” katanya saat membuka acara. Dr. Wachid Pratomo menilai bahwa AI dapat meningkatkan efisiensi, namun penggunaannya tetap harus disertai tanggung jawab etika. “AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung penelitian, bukan menggantikan kreativitas dan orisinalitas penulis,”

Sumber : krjogja.com

Comments (2)

  • Leave a Reply to Tri Suharti Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *